Digitalisasi Weighing F&B Indonesia dengan ADAM-4571

02/12/2025

Dalam lanskap industri F&B Indonesia yang semakin kompetitif, efisiensi dan akurasi data produksi menjadi faktor krusial bagi setiap pabrikan. Salah satu perusahaan makanan terkemuka di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam proses penimbangan bahan baku yang masih dilakukan secara manual dan terpisah di setiap lini produksi. Ketergantungan pada pencatatan operator tidak hanya memperlambat alur kerja, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan input data serta menyulitkan pelacakan (traceability) saat audit kualitas dilakukan.

Tantangan Sebelum Implementasi

Sebelum digitalisasi diterapkan, setiap timbangan di lini produksi beroperasi secara independen dan hasilnya harus dicatat manual oleh operator. Proses ini menyebabkan keterlambatan data, kesalahan transkripsi, serta kesulitan dalam pemantauan secara real-time.
Tantangan teknis utama muncul dari ketiadaan antarmuka Ethernet pada timbangan yang hanya mendukung komunikasi RS-232C. Hal ini membuat perangkat tidak dapat langsung mengirim data ke server pusat. Selain itu, kondisi lingkungan pabrik dengan jarak kabel panjang dan interferensi elektromagnetik menyebabkan transmisi serial menjadi tidak stabil.

Solusi Teknis: Integrasi dengan Advantech ADAM-4571

Untuk menjawab tantangan tersebut, system integrator lokal merancang solusi berbasis perangkat Advantech ADAM-4571 sebagai jembatan komunikasi serial-to-Ethernet antara timbangan dan server pusat. Output RS-232C dari timbangan dihubungkan ke port serial ADAM-4571, yang kemudian mengonversi sinyal menjadi komunikasi TCP/IP melalui jaringan LAN pabrik.

Dengan memanfaatkan Advantech Virtual COM Port Utility, server dapat mengenali timbangan remote seolah-olah terhubung langsung sebagai port lokal, sehingga software penimbangan eksisting tetap dapat digunakan tanpa modifikasi. Data hasil penimbangan dikirim dan dibaca secara real-time oleh aplikasi, diuraikan menjadi nilai berat, lalu disimpan otomatis ke dalam database beserta identitas batch produksi.

Untuk memastikan reliabilitas tinggi di lingkungan industri, sistem dilengkapi fitur auto-reconnect dan watchdog, yang menjaga kestabilan koneksi dan memastikan pengiriman data 24/7 tanpa gangguan, bahkan di bawah kondisi jaringan berat. Perangkat EKI-2525 juga digunakan sebagai unmanaged Ethernet switch untuk mendukung konektivitas antar node.

Topologi dan Cara Kerja Sistem

digitalisasi weighing F&B Indonesia

Dalam topologi sistem ini, setiap timbangan terhubung ke unit ADAM-4571 melalui RS-232C. ADAM-4571 kemudian mentransmisikan data melalui jaringan Ethernet menuju server pusat yang menjalankan aplikasi pengolahan data. Komunikasi dua arah memungkinkan pemantauan status perangkat dan validasi hasil penimbangan secara langsung.

Manfaat Setelah Implementasi

Implementasi sistem digitalisasi ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam hal efisiensi produksi dan keandalan data:

  • Real-time data collection: Data berat terkirim otomatis ke server tanpa input manual.

  • Peningkatan akurasi dan traceability: Setiap data ditandai waktu dan batch, memudahkan pelacakan.

  • Efisiensi operasional: Operator kini fokus pada proses inti, bukan pada pencatatan.

  • Reliabilitas tinggi: Komunikasi stabil meski di lingkungan dengan interferensi tinggi.

Dengan integrasi digital ini, perusahaan F&B tersebut kini memiliki sistem penimbangan yang terkoneksi, akurat, dan efisien, sekaligus memperkuat fondasi smart manufacturing di lini produksinya. Solusi berbasis Advantech ADAM-4571 membuktikan bahwa transformasi digital di industri F&B Indonesia dapat dilakukan secara bertahap namun memberikan dampak besar terhadap produktivitas dan kualitas data produksi.

ADAM-4571L Advantech RS-232 Serial Device Server

ADAM-4571

Advantech

EKI-2525 Advantech Industrial Unmanaged Ethernet Switch

EKI-2525

Advantech

Back to top